Penyakit Pneumonia adalah merupakan infeksi
yang menyebabkan peradangan pada kantong udara di paru-paru, baik satu atau
keduanya. Pneummonia juga dikenal dengan sebutan bahasa kampung paru-paru
basah. Kantong udara kecil di ujung saluran pernafasan penderita pneumonia,
meradang dan dipenuhi cairan atau nanah.
Bakteri pneumonia menjadi tersangka mutlak
dalam menginfeksi paru-paru. Sehingga bisa dikatakan penyebab penyakit ini adalah
disebabkan oleh bakteri.
Penyakit pneumonia biasanya terjadi infeksi pada organ dalam tubuh kita, bakteri masuk ke dalam paru-paru lewat
pernapasan atau darah. Biasanya bakteri pneumonia bersifat ringan, namun pada
beberapa kasus dapat menjadi fatal.
Penyakit pneumonia disebabkan oleh infeksi bakteri. Pneumonia ini dapat membuat tubuh
kehilangan oksigen untuk masuk ke dalam darah. Sehingga nantinya kondisi ini
akan menyebabkan sel-sel organ tubuh lain tidak berfungsi dengan baik karena
kekurangan oksigen. Tingkat keparahan pneumonia Anda bergantung pada:
- Seberapa banyak dan kuatnya bakteri yang
masuk
- Seberapa cepat Anda didiagnosis dan diobati
- Usia Anda terkena kondisi ini
- Kondisi kesehatan secara keseluruhan
- Jika Anda memiliki kondisi atau penyakit
lain yang menyebabkan komplikasi
Kebabanyakan bagi orang dewasa bahwasannya penyakit
pneumonia atau paru-paru basah disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat.
Misalnya seperti sering berkendara motor larut malam, mandi malam hari, juga
merokok. Padahal sebenarnya, penyakit Pneumonia ditandai dengan adanya infeksi
dari satu atau kedua paru-paru yang biasanya disebabkan bakteri dan virus.
Pneumonia bisa diperoleh diperoleh di mana
saja dan kapan saja. Bakteri dan virus pneumonia menular, sehingga penderitanya
dapat terkena dari batuk atau bersin seseorang, berbagi gelas yang sama dan
jarang mencuci tangan.
Sedangkan pneumonia yang berkaitan dengan
perawatan kesehatan yakni jenis pneumonia yang bisa didapat dari fasilitas
perawatan kronis seperti rumah jompo atau pusat rehabilitasi.
Penyakit Pneumonia Apa
Penyebabnya
Ciri-ciri penyakit pneumonia telah menginspeksi tubuh?
Gejala-gejala umum seperti nyeri dada,
menggigil, atau kebingungan, batuk, demam, sakit kepala, atau nyeri otot.
Tapi dalam beberapa beberapa kasus
ditemukan, penyakit dapat muncul dengan beberapa gejala lain, termasuk:
- Nyeri saat bernapas
- Dahak kuning atau hijau (lebih dari
biasanya dan terkadang berdarah)
- Kesulitan bernapas
- Keringat
- Letih
Disini bisa diktakan bahwasannya ada
beberapa faktor yang meningkatkan risiko terkena penyakit pneumonia, seperti:
- Bayi
yang berusia 0-2 tahun
- Lansia yang memasuki usia di atas 65 tahun
- Pernah memiliki riwayat penyakit stroke
sebelumnya
- Cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh
yang lemah, akibat penyakit atau penggunaan obat-obatan tertentu seperti
steroid.
- Memiliki kebiasaan merokok. merokok dapat
menyebabkan penumpukan lendir dan cairan di dalam paru, sehingga menyebabkan
paru-paru basah.
- Mempunyai riwayat penyakit kronis tertentu,
seperti asma, diabetes, gagal jantung, cystic fibrosis, HIV dan AIDS.
- Sedang menjalani pengobatan kanker.
Pengobatan kanker seperti kemoterapi dapat menurunkan kekebalan tubuh, sehingga
bakteri atau virus penyebab paru-paru basah ini dapat masuk.
- Sedang dirawat di rumah sakit. Bila kamu
sedang dirawat di rumah sakit – meski bukan dirawat akibat infeksi paru – maka
kamu berisiko tinggi untuk terkena pneumonia. Pasalnya, virus dan bakteri
penyakit ini cukup banyak ditemukan di area rumah sakit.
Kita semua harus berhati-hati karena gejala
pneumonia bisa sangat mirip dengan flu biasa. Di antara gejalanya yang paling
umum adalah batuk, sesak napas, nyeri dada saat bernapas atau batuk,
peningkatan dahak yang berwarna hijau, abu-abu atau kuning, demam, mual, muntah
atau diare, dan kelelahan.
Bisa juga jika sudah terjangkit disertai
dengan flu, dan pada umumnya akan disertai gejala lain seperti sakit
tenggorokan atau keluarnya lendir, Pneumonia akan membuat gejalanya konsisten
atau menjadi lebih parah.
Gejala akan semakin buruk jika tidak
ditangani secara serius akan menyebabkan disertai demam tinggi, sakit kepala
yang buruk dan nyeri dada yang parah. Ini dapat berarti pneumonia bakteri yang
lebih serius. jika ini terjadi, segera temui dokter.
Kondisi pneumonia bisa terjadi saat bakteri
melewati mekanisme pertahanan tubuh dan masuk ke paru-paru, menyebabkan radang.
Bakteri penyebab pneumonia adalah
Streptococcus sp., Mycoplasma sp., Staphylococcus sp., Haemophillus sp., dan
Legionella sp.
Penyakit Pneumonia dan Pengobatannya
Untuk usaha dalam penyakit penumonia,
dokter akan melakukan dengan mengatasi infeksi yang terjadi. Selain itu, dokter
juga bisa memberikan terapi suportif. Jika infeksi disebabkan oleh bakteri,
dokter akan memberikan antibiotik yang harus dikonsumsi sampai habis.
Dokter akan menganjurkan agar pasien di
rawat inap apabila mengalami beberapa kondisi sebagai berikut.
- Berusia lebih dari 65 tahun
- Mengalami gangguan kesadaran
- Memiliki fungsi ginjal yang tidak baik
- Tekanan darah sangat rendah
- Napas sangat cepat
- Suhu tubuh di bawah normal
- Denyut nadi antara 50 hingga 100 kali per
menit.
Pneumonia sendiri bisa dicegah jika kita
sendiri berpikir pola hidup sehat, seperti vaksinasi, tidak merokok, menjaga
kebersihan diri, mengkonsumsi makanan sehat, dan rajin berolahraga.
Penyebab Penyakit Gejala Pneumonia
Apa saja yang meningkatkan faktor-faktor
risiko Anda terkena bakteri pneumonia?
- Merokok memengaruhi aktivitas paru-paru dan
merusak sistem imun alami tubuh.
- Beberapa penyakit kronis seperti asma, dan
penyakit obstruktif paru paru kronis, dan penyakit jantung.
- Sistem imun lemah karena HIV/AIDS,
transplantasi organ, kemoterapi kanker, atau penggunaan steroid dalam jangka
waktu yang lama.
Gaya hidup sehat bisa menghindari Anda terjangkit Bakteri Pneumonia:
- Rajin mencuci tangan adalah cara terbaik
untuk menghentikan penyebaran infeksi.
- Konsumsi obat-obatan sesuai resep. Habiskan
semua antibiotik
- Gunakan paracetamol atau aspirin untuk
meredakan demam dan nyeri (bukan untuk anak-anak)
- Perbanyak minum cairan (enam hingga delapan
gelas per hari) untuk menghindari dehidrasi
- Hirup udara segar. Anda dapat membeli
bermacam-macam nebulizer di apotek atau diskusikan ke dokter apabila hunian dan
tempat kerja Anda terlalu kering
- Hubungi dokter apabila mengalami demam, air
liur hijau atau kuning, dyspnea, nyeri dada atau tipe kulit gelap, bibir dan
kuku pucat
- Hindari area dengan polusi udara dan asap
rokok, khususnya apabila Anda memiliki masalah paru-paru.